Toyotomi Brothers
OngoingSub sub100

Toyotomi Brothers

Dua Bersaudara

109 views 2026 NHK GTotal 48 episode
Beri rating
❤️ Premium Trakteer

Bagikan ke:

Sinopsis

Kisah ini mengisahkan keberhasilan luar biasa dari saudara-saudara Toyotomi yang mencapai kejayaan dalam menyatukan Jepang melalui ikatan kuat mereka. Mimpi dan harapan diceritakan dari sudut pandang Toyotomi Hidenanga, adik laki-laki penguasa. Koichiro (yang kemudian menjadi Toyotomi Hidenanga) lahir dari keluarga miskin. Ia menjalani kehidupan damai dengan bercocok tanam. Suatu hari, kakaknya, Tokichiro Kinoshita (yang kemudian menjadi Toyotomi Hideyoshi), yang sudah lama tidak ia hubungi, muncul dengan semangat tinggi. Ia bercita-cita untuk meraih karier besar dalam pelayanan seorang panglima perang muda, Oda Nobunaga. Karena itu, ia meminta Koichiro untuk menjadi pelayannya. Akibatnya, Koichiro terpaksa menjadi samurai karena desakan kakaknya dan meninggalkan kampung halaman serta keluarganya...

Pemeran

Daftar Episode (12)

Ep 1
Ep 2
Ep 3
Ep 4
Ep 5
Ep 6
Ep 7
Ep 8
Ep 9
Ep 10
Ep 11
Ep 12

Komentar

Memuat komentar...

Sinopsis Tiap Episode

Episode 1

Episode 1

Sinopsis belum tersedia.

Episode 2

Episode 2

Sinopsis belum tersedia.

Episode 3

Episode 3

Sinopsis belum tersedia.

Episode 4

Episode 4

Sinopsis belum tersedia.

Episode 5

Episode 5

Sinopsis belum tersedia.

Episode 6

Episode 6

Sinopsis belum tersedia.

Episode 7

Episode 7

Sinopsis belum tersedia.

Episode 8

Episode 8

Sinopsis belum tersedia.

Episode 9

Episode 9

Sinopsis belum tersedia.

Episode 10

Episode 10

Setelah berhasil menguasai Mino, Oda Nobunaga mengganti nama wilayah tersebut menjadi Gifu. Sementara itu, Takenaka Hanbei resmi menjadi pengikut Tōkichirō. Kehadiran ahli strategi berbakat itu semakin memperkuat pasukan Nobunaga. Tak lama kemudian, Akechi Mitsuhide datang sebagai utusan Ashikaga Yoshiaki. Ia meminta Nobunaga bergerak menuju Kyoto, mengalahkan klan Miyoshi, dan membantu Yoshiaki menduduki jabatan sebagai shogun ke-15. Nobunaga menerima permintaan tersebut. Namun, untuk mengamankan jalan menuju ibu kota, ia terlebih dahulu harus berdamai dengan Azai Nagamasa, penguasa wilayah Ōmi. Sebagai bagian dari persekutuan, Nobunaga memutuskan menikahkan adiknya, Oichi, dengan Nagamasa. Menjelang keberangkatannya, Oichi menyampaikan sebuah permintaan khusus kepada Koichirō. Di balik pernikahan politik tersebut, tersimpan perasaan dan hubungan masa lalu yang belum sepenuhnya selesai. Dengan dukungan para sekutunya, Nobunaga akhirnya memimpin pasukan menuju Kyoto. Setelah menyingkirkan pihak-pihak yang menghalangi perjalanannya, ia berhasil mengangkat Ashikaga Yoshiaki sebagai shogun. Namun, ketika Yoshiaki menawarkan jabatan tinggi kepadanya, Nobunaga justru menolaknya. Koichirō percaya bahwa hadirnya shogun baru akan membawa kedamaian bagi masyarakat. Akan tetapi, Nobunaga ternyata mempunyai tujuan yang jauh lebih besar: bukan sekadar menghidupkan kembali pemerintahan shogun, melainkan menyatukan seluruh Jepang di bawah kekuasaannya. Episode ini menjadi awal dari langkah besar Nobunaga menuju penyatuan Jepang, sekaligus memperlihatkan bagaimana pernikahan, persekutuan, dan perang digunakan sebagai bagian dari strategi perebutan kekuasaan.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 11

Episode 11

Setelah berhasil menguasai wilayah Kinai, Oda Nobunaga memberikan tugas baru kepada Koichiro dan kakaknya, Tōkichirō. Melalui penguasa Yamato yang terkenal penuh tipu muslihat, Matsunaga Hisahide, mereka diperintahkan menemui para saudagar Sakai—termasuk Imai Sōkyū—dan memaksa mereka menyerahkan dana perang sebesar 20.000 kan. Namun, tugas tersebut tidak berjalan mudah. Para saudagar Sakai memiliki kekuatan ekonomi, jaringan informasi, dan kemampuan bernegosiasi yang membuat mereka tidak mudah tunduk kepada perintah Nobunaga. Koichiro dan Tōkichirō pun harus menggunakan kecerdikan serta kemampuan diplomasi mereka untuk menghadapi permainan para pedagang tersebut. Di tengah sulitnya perundingan, keadaan di Kyoto berubah menjadi genting. Miyoshi Triumvirate yang ingin menggulingkan shogun Ashikaga Yoshiaki memanfaatkan ketidakhadiran Nobunaga untuk melancarkan serangan mendadak ke Kuil Honkokuji, tempat Yoshiaki berada. Koichiro yang terseret ke dalam krisis itu bergabung dengan Akechi Mitsuhide untuk melindungi sang shogun. Ketegangan semakin meningkat karena mereka harus mempertahankan Honkokuji sambil menunggu bantuan. Episode ini memperlihatkan kemampuan Koichiro menghadapi dua medan sekaligus: perundingan politik dengan para saudagar Sakai dan ancaman pertempuran yang dapat menentukan nasib pemerintahan baru Ashikaga Yoshiaki.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 12

Episode 12

Setelah berhasil mengatasi pemberontakan di Kuil Honkokuji, Oda Nobunaga semakin memperkuat kekuasaannya di Kyoto. Ia membangun kediaman baru bagi Shogun Ashikaga Yoshiaki dan menghadiahkan Batu Fujito, batu terkenal yang dijuluki “batu milik penguasa negeri”. Namun, di balik hadiah tersebut, Yoshiaki mulai menyadari bahwa cita-citanya tidak lagi sejalan dengan ambisi Nobunaga. Hubungan mereka pun perlahan dipenuhi kecurigaan. Sementara itu, keberhasilan Tōkichirō membawanya diangkat menjadi pejabat Kyoto. Kedudukan baru tersebut membuatnya dan Koichirō semakin sibuk mengurus berbagai tugas, mulai dari urusan pemerintahan hingga mendampingi Nobunaga. Kesibukan di Kyoto juga membuat Tōkichirō lama tidak pulang menemui istrinya, Nene. Suatu hari, Nobunaga membawa Tōkichirō dan Koichirō mengunjungi Kastel Odani, tempat adiknya, Oichi, tinggal bersama suaminya, Azai Nagamasa. Kedatangan kedua bersaudara itu menjadi kejutan yang mencairkan kemarahan Oichi kepada Nobunaga, yang selama ini jarang mengunjunginya ataupun mengirim kabar. Di Kastel Odani, Oichi terlihat hidup bahagia bersama Nagamasa dan anak-anak mereka. Ia bahkan telah dikaruniai seorang putri bernama Chacha. Melihat ketenangan adiknya, Nobunaga merasa lega. Namun, kedamaian tersebut ternyata hanya terlihat dari permukaan. Ayah Nagamasa, Azai Hisamasa, masih menyimpan kebencian terhadap klan Oda dan diam-diam menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Bayangan konflik besar pun mulai mengancam hubungan kedua keluarga. Setelah kembali ke Gifu, Tōkichirō harus menghadapi Nene yang mengetahui tingkahnya selama berada di Kyoto. Di balik kemarahan dan kecemburuannya, Nene mengungkapkan kekhawatiran bahwa dirinya mungkin tidak dapat memberikan keturunan. Tōkichirō pun berusaha meyakinkan bahwa Nene tetap menjadi sosok yang sangat penting baginya. Pada saat yang sama, Nobunaga memerintahkan Koichirō untuk menikah. Koichirō yang masih belum bisa melupakan Nao awalnya menolak, tetapi perintah sang penguasa sulit dibantah. Calon istrinya adalah Chika, putri Andō Morinari. Kemunculan perempuan yang menyimpan suatu rahasia itu menjadi awal ujian baru dalam kehidupan Koichirō. Inti Episode 12: Di tengah pertemuan keluarga yang hangat di Kastel Odani, benih pengkhianatan mulai tumbuh. Bersamaan dengan itu, perintah pernikahan dari Nobunaga membawa Koichirō menuju babak baru yang penuh tanda tanya.
Baca sinopsis lengkap →