Itsuka, Mujuryoku no Sora de
OngoingSub sub100

Itsuka, Mujuryoku no Sora de

Suatu Hari di Langit Tanpa Gravitasi

217 views 2025 NHK GTotal 32 episode
1 (4 rating)
❤️ Premium Trakteer

Bagikan ke:

Sinopsis

Ini adalah kisah tentang wanita biasa berusia 30-an yang meraih kembali "impian" mereka yang diam-diam telah mereka lepaskan di masa lalu.

Pemeran

Daftar Episode (30)

Ep 1
Ep 2
Ep 3
Ep 4
Ep 5
Ep 6
Ep 7
Ep 8
Ep 9
Ep 10
Ep 11
Ep 12
Ep 13
Ep 14
Ep 15
Ep 16
Ep 17
Ep 18
Ep 19
Ep 20
Ep 21
Ep 22
Ep 23
Ep 24
Ep 25
Ep 26
Ep 27
Ep 28
Ep 29
Ep 30

Berita

Komentar

Memuat komentar...

Sinopsis Tiap Episode

Episode 1

Episode 1

Sinopsis belum tersedia.

Episode 2

Episode 2

Sinopsis belum tersedia.

Episode 3

Episode 3

Sinopsis belum tersedia.

Episode 4

Episode 4

Sinopsis belum tersedia.

Episode 5

Episode 5

Sinopsis belum tersedia.

Episode 6

Episode 6

Sinopsis belum tersedia.

Episode 7

Episode 7

Sinopsis belum tersedia.

Episode 8

Episode 8

Sinopsis belum tersedia.

Episode 9

Episode 9

Sinopsis belum tersedia.

Episode 10

Episode 10

Sinopsis belum tersedia.

Episode 11

Episode 11

Sinopsis belum tersedia.

Episode 12

Episode 12

Sinopsis belum tersedia.

Episode 13

Episode 13

Sinopsis belum tersedia.

Episode 14

Episode 14

Sinopsis belum tersedia.

Episode 15

Episode 15

Sinopsis belum tersedia.

Episode 16

Episode 16

Sinopsis belum tersedia.

Episode 17

Episode 17

Sinopsis belum tersedia.

Episode 18

Episode 18

Sinopsis belum tersedia.

Episode 19

Episode 19

Sinopsis belum tersedia.

Episode 20

Episode 20

Sinopsis belum tersedia.

Episode 21

Episode 21

Sinopsis belum tersedia.

Episode 22

Episode 22

Sinopsis belum tersedia.

Episode 23

Episode 23

Sinopsis belum tersedia.

Episode 24

Episode 24

Sinopsis belum tersedia.

Episode 25

Episode 25

Setelah pengembangan satelit kembali berjalan, Asuka dan teman-temannya sepakat memberi nama satelit tersebut “HIKARI”, diambil dari nama sahabat mereka, Hikari. Sementara itu, Kei yang dipercaya sebagai pemimpin teknis mulai menyusun rancangan satelit. Berkat kerja sama seluruh anggota, bentuk akhir satelit perlahan mulai terlihat. Amane kemudian mengusulkan agar mereka menambahkan sebuah desain khusus pada panel satelit. Saat Asuka, Amane, dan Haruko berdiskusi, kenangan tentang Hikari kembali memenuhi pikiran mereka. Rasa kehilangan masih terasa, tetapi kenangan itu juga menjadi kekuatan untuk melanjutkan impian yang pernah mereka bangun bersama. Ketika melihat foto permukaan Bulan, mereka teringat masa SMA saat keempat sahabat itu pernah bermain seolah-olah sedang mendarat di Bulan dan meninggalkan jejak kaki. Kenangan tersebut akhirnya menginspirasi mereka memilih gambar jejak kaki di permukaan Bulan sebagai desain satelit HIKARI. Di tengah kesibukannya, Asuka juga mendapat pekerjaan baru untuk menangani perusahaan rintisan yang memanfaatkan data satelit dan kecerdasan buatan. Tanpa disangka, pekerjaannya kini ikut membawanya semakin dekat dengan dunia antariksa. Sedikit demi sedikit, impian empat sahabat untuk mencapai angkasa mulai menjadi kenyataan.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 26

Episode 26

Pembuatan satelit mikro HIKARI terus mengalami kemajuan. Namun, sebelum satelit itu dapat diluncurkan, Asuka, Haruko, Amane, dan Kanazawa harus menyelesaikan banyak dokumen untuk membuktikan keamanan satelit tersebut. Haruko menjadi salah satu orang yang paling sibuk menangani proses pemeriksaan keamanan itu. Di tengah kesibukannya, Haruko mengetahui bahwa putranya, Gaku, sedang mengalami masalah. Gaku akhirnya mengaku bahwa ia sebenarnya tidak ingin mengikuti bimbingan belajar. Pengakuan tersebut membuat Haruko merasa bersalah. Ia khawatir terlalu banyak mencurahkan waktu untuk proyek satelit hingga tidak benar-benar memperhatikan perasaan putranya. Haruko kemudian meminta kepada Asuka agar untuk sementara ia dapat mengerjakan tugas proyek dari rumah. Ia ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk Gaku sekaligus mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan anaknya. Sementara itu, Amane juga menghadapi persoalan besar dalam hubungannya. Kekasihnya tiba-tiba mengungkapkan rencana untuk pergi ke Italia demi memperdalam keahliannya. Bukan hanya meminta Amane ikut bersamanya, ia juga mengajak Amane meresmikan hubungan mereka melalui pernikahan. Namun, Amane justru marah karena keputusan pergi ke Italia telah dibuat tanpa pernah dibicarakan dengannya. Ia merasa diminta meninggalkan kehidupan dan impiannya demi mengikuti jalan yang sudah dipilih oleh kekasihnya. Dalam keadaan bingung, Amane mendatangi rumah Asuka dan mencurahkan isi hatinya. Selama ini ia merasa cukup menjadi orang yang mendukung impian orang lain. Akan tetapi, proyek peluncuran satelit telah membuatnya menemukan sesuatu yang benar-benar ingin ia perjuangkan sendiri. Setelah Hikari tidak lagi bersama mereka, Amane takut akan kembali kehilangan arah apabila kekasihnya juga pergi. Di sisi lain, pekerjaan Asuka mempertemukannya dengan sebuah perusahaan rintisan di bidang antariksa. Ketika mengetahui bahwa Asuka sedang mengembangkan satelit bersama teman-temannya, pihak perusahaan mengajukan sebuah pertanyaan yang menggugah pikirannya: apakah Asuka pernah mempertimbangkan untuk menjadikan dunia antariksa sebagai pekerjaannya? Pertanyaan itu membuka kemungkinan baru bagi masa depan Asuka. Episode 26 memperlihatkan bahwa semakin dekat HIKARI menuju peluncuran, semakin besar pula pilihan hidup yang harus dihadapi mereka. Haruko harus menyeimbangkan mimpi dan keluarganya, Amane harus memilih antara mengikuti kekasih atau mempertahankan impiannya, sedangkan Asuka mulai melihat kemungkinan untuk benar-benar bekerja di bidang antariksa.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 27

Episode 27

Asuka melihat Haruko masih kesulitan memperbaiki hubungannya dengan sang putra, Gaku. Ia kemudian menyarankan agar Haruko mengajak Gaku datang ke tempat pengembangan satelit. Tak disangka, Gaku mulai tertarik pada dunia pemrograman dan bersemangat mengajukan berbagai pertanyaan kepada Kei. Namun, di balik semangatnya membantu proyek satelit HIKARI, Kei ternyata terlalu memaksakan diri. Demi menjawab harapan Hikari dan memastikan proyek tersebut berhasil, ia mulai mengabaikan tugas-tugas kuliahnya. Kondisi ini membuat Izumi khawatir karena ambisi Kei dapat mengganggu masa depannya sendiri. Sementara itu, masalah lain muncul dari Amane. Setelah bertengkar dengan kekasihnya, ia memilih meninggalkan rumah. Di tengah tekanan keluarga, pendidikan, dan hubungan pribadi, setiap anggota tim mulai menyadari bahwa mengejar mimpi ke luar angkasa juga menuntut mereka menjaga kehidupan orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 28

Episode 28

Setelah menangani klien dari perusahaan rintisan bidang antariksa, Asuka mulai mempertanyakan jalan hidupnya. Ia teringat pernah ditanya apakah dirinya ingin menjadikan dunia antariksa sebagai pekerjaan. Asuka sebenarnya pernah memikirkan kemungkinan itu, tetapi merasa belum memiliki keberanian dan tekad untuk meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi tempatnya dibutuhkan. Perkataan sang klien bahwa “rasa suka juga sama pentingnya dengan bakat” terus membekas dalam pikirannya. Dalam perjalanan pulang, percakapan sederhana dengan seorang sopir taksi semakin membuat Asuka merenungkan alasan seseorang memilih sebuah pekerjaan. Ia kemudian pergi ke bukit tempat kenangannya bersama Hikari bermula. Meski Hikari sudah tidak ada di sana, Asuka tetap memandang langit dan menyampaikan isi hatinya kepada sahabatnya tersebut. Sementara itu, proyek satelit mikro akhirnya memasuki tahap penentuan. Setelah berhasil melewati pemeriksaan keselamatan, Asuka dan Kei membawa satelit mereka untuk menjalani uji vakum termal, yaitu pengujian untuk memastikan satelit dapat bekerja dalam kondisi ekstrem seperti di luar angkasa. Tes tersebut harus berlangsung selama satu minggu dengan pengawasan selama 24 jam. Ketika pengujian hampir selesai, kamera pada satelit tiba-tiba berhenti berfungsi. Tim pun diliputi kepanikan karena gangguan tersebut dapat memaksa mereka menghentikan seluruh proses pengujian. Episode 28 ditutup dengan nasib satelit HIKARI yang kembali berada dalam ketidakpastian. Inti episode: Asuka mulai berani mempertimbangkan angkasa sebagai jalan hidupnya, sementara proyek satelit menghadapi ujian teknis terbesar menjelang peluncuran.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 29

Episode 29

Setelah menyelesaikan satelit mikro “HIKARI”, Asuka dan timnya menghadapi tahap terakhir berupa uji termal vakum—pengujian untuk memastikan satelit mampu bekerja dalam kondisi ekstrem di luar angkasa. Namun, sebuah masalah serius ditemukan: kamera satelit berhenti berfungsi ketika suhunya terlalu tinggi. Penyebabnya diduga berasal dari rancangan pengendalian panas yang belum sempurna. Tim berusaha memperbaiki rancangan tersebut, tetapi waktu mereka sangat terbatas. Mengganti kamera dengan perangkat yang lebih tahan panas juga bukan perkara mudah karena dapat memengaruhi komponen lain dan mengharuskan mereka mengulang sejumlah pengujian keselamatan. Karena sistem daya satelit masih berfungsi dengan baik, muncul pilihan untuk menerapkan pembatasan operasional. Kamera akan dimatikan ketika suhu meningkat dan hanya digunakan saat satelit tidak terkena sinar Matahari secara langsung. Cara ini memungkinkan peluncuran tetap berlangsung sesuai jadwal, tetapi kamera menjadi terlalu gelap untuk menghasilkan gambar Bumi yang mereka harapkan. Shū dan Haruko memilih solusi tersebut karena mereka ingin membawa satelit “HIKARI” ke luar angkasa tepat waktu. Namun, Kei menolak keras. Baginya, meluncurkan satelit tanpa kamera yang mampu bekerja dengan baik berarti mengingkari janji kepada Hikari untuk melihat Bumi dari angkasa. Perbedaan pandangan itu membuat hubungan Kei dan Asuka memanas. Sebagai pemimpin, Asuka awalnya memutuskan untuk menerima pembatasan operasional. Akan tetapi, sebuah percakapan dengan klien perusahaan antariksa membuatnya kembali memikirkan tujuan awal mereka. Asuka teringat pada impian Hikari dan menyadari bahwa sekadar meluncurkan satelit tidaklah cukup apabila misi utamanya harus dikorbankan. Asuka kemudian mengumpulkan Shū dan Haruko. Ia mengusulkan keputusan berani: mencari kamera baru dan mengulang pengembangan meskipun langkah itu berisiko membuat satelit tidak selesai tepat waktu. Haruko akhirnya memberi mereka batas empat hari untuk menemukan kamera pengganti. Jika gagal, mereka harus kembali menggunakan rencana pembatasan operasional. Episode 29 ditutup dengan Asuka, Shū, dan Haruko memilih untuk sekali lagi menghadapi tantangan yang tampak mustahil—demi mewujudkan impian Hikari untuk melihat Bumi dari luar angkasa.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 30

Episode 30

Kerusakan pada kamera satelit membuat Asuka, Amane, dan Haruko harus mengambil keputusan sulit. Mereka memilih mengganti kamera dan mengulang sebagian proses pengembangan agar misi utama—memotret Bumi dari luar angkasa—tetap dapat dilakukan. Namun, perubahan tersebut berisiko membuat satelit gagal diselesaikan sebelum jadwal peluncuran. Izumi menentang keputusan itu. Berdasarkan pengalamannya, ia memahami bahwa keterlambatan sekecil apa pun bisa membuat sebuah satelit kehilangan kesempatan untuk diluncurkan. Bahkan Kei pada awalnya menganggap rencana mengganti kamera hampir mustahil diwujudkan. Meskipun demikian, tekad Asuka yang tidak ingin menyerah membuat Kei berubah pikiran. Ia menyadari bahwa mereka tidak seharusnya mengorbankan tujuan utama hanya demi mengejar tenggat waktu. Kei pun menyatakan ingin mempertahankan misi melihat Bumi dari luar angkasa tanpa melakukan kompromi. Mendengar kesungguhan mereka, Izumi akhirnya mengizinkan tim untuk mencari kamera pengganti dengan batas waktu yang sangat ketat. Asuka dan Kei segera menghubungi berbagai pihak, tetapi kamera yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan satelit tidak kunjung ditemukan. Ketika harapan mereka hampir habis, Izumi menghubungi keduanya dan menawarkan sebuah kamera istimewa. Kamera tersebut berasal dari satelit pertama yang pernah dibuatnya, tetapi dahulu tidak pernah berhasil diluncurkan. Bagi Izumi, kamera itu menyimpan impian dan kenangan yang sangat berharga. Ia mempercayakannya kepada Asuka dan Kei dengan satu permintaan: membawa kamera tersebut ke luar angkasa dan memperlihatkan kepadanya pemandangan Bumi yang selama ini tidak pernah sempat disaksikannya. Keputusan Izumi membuat perjuangan mereka bukan lagi sekadar menyelesaikan proyek, melainkan juga meneruskan mimpi yang pernah terhenti. Dengan kamera pemberian Izumi, seluruh tim bekerja keras merancang ulang satelit. Setelah tiga minggu penuh perjuangan, mereka akhirnya berhasil menyelesaikan pemeriksaan keselamatan tepat waktu. Pada Juli 2025, satelit itu secara resmi diserahkan kepada JAXA. Asuka, Amane, Haruko, dan Kei diliputi rasa lega setelah melewati salah satu rintangan terbesar dalam perjalanan mereka. Kini, satelit tersebut siap memasuki tahap berikutnya: menunggu peluncuran menuju luar angkasa.
Baca sinopsis lengkap →